Showing posts with label Heart to Heart. Show all posts
Showing posts with label Heart to Heart. Show all posts

Monday, November 25, 2013

Those People of My Life

It’s always being so fun talking to you guys. There are a lot of interesting things to talk, starts from serious things to craziest things. The best moment is when we already knew what was inside each other’s mind without telling each other, then we stared each other, and we just laugh after that. Friendship is amazing thing. Even though there are many fun things to do and talk, it doesn’t mean that our friendship is always so calm. No, of course not! Our friendship went through so many quarrels. Fighting, bickering, shouting, and even badmouthing at each other. But apparently, we come back to each other.


Giliant : 
People said that we’re twin sisters. Even when you started wearing hijab and I still don’t, we still called twins. Well, we have same small posture, same height, same though, same interest, and we both crazy. I don’t know what makes we became close friends. You transferred in to my middle school on the second year and I really don’t remember how we became friends back then. I’m so glad we can get the same high school. But then I become an annoying bitch and I used to sick of you and we started fighting in the middle of second year of high school.  But, you’re being the best person you are! Thank you for forgiving me and accept me again. We then become best friend again since the last year of high school until now. When we talked about our crazy dreams, it was the best time of mine. When you said “you should tell everything to me. Don’t keep secret from me”, it was the precious thing I would always cherish. 

Aiko : 
The first time we were talking was in the chat room. I still don’t know you but we just talked about anything in the chat room. Until it revealed who you’re when we’re getting the same class in last year of high school. I like your ignorant attitude, your simple and to-the-point words. You have a free soul like me. From what I remember, I never have a serious quarrel with you. But it doesn’t mean that I never got annoyed by you. Sometimes your stubbornness really got me mad. Anyway, thank you for being my best friend. Thank you for staying regardless my immature habits.

Kagomei :
This crazy girl is crazy. I don’t know who is the crazier between me and her. Or maybe we are the same. We did a lot of fun stuff, and terrible stuffs. Somehow I just don’t want you to take a higher place than me, back then in high school. And you also always did your best to step on me. Well, that’s natural! We’re friend, but also rival. Now, life seems so difficult and boring, right? You know that I always been there for you, right? We may still on the ground right now, but someday we will reach the sky. Thanks for the beautiful memory you created with me.

Sherry :
The last time we had quarrel, it was the serious one. It needed a year for us to make up. That was so painful back then. But that incident will make our friendship grows deeper. We already solved the very big obstacle and there’s no way we can’t conquer another mere problems. Thank you for believing me. Thank you for holding on our friendship.

Johnapi : 
I just wanna say thanks to you, dude. Thanks for all your support, your advice, and your precious time for me. Thanks for listening to my rambling. Thanks for telling me your story. Thanks for asking my opinion like I was kind of someone important. Just… thank you.



The one who are very grateful to have you guys 
in her miserable life.

Thursday, May 2, 2013

Dia Malaikat! Tapi Nggak Punya Sayap

Tiba-tiba aku tertarik bikin postingan tentang malaikat. Berdasarkan yang aku tahu dari pelajaran agama Islam pas masih sekolah, Malaikat adalah mahkluk Allah yang dibuat dari cahaya. Jadi, kalau zat pembuatnya saja sudah berupa cahaya, malaikat itu sudah pasti bersinar. Hehee. Tapi aku punya versi sendiri tentang malaikat. Menurutku, malaikat bisa saja orang yang saat ini ada di sampingmu, dalam wujud manusia. Mereka adalah orang-orang yang membantu mu disaat kamu lagi butuh bantuan. Orang yang ikut menangis saat kamu sedih, dan yang ikut tertawa saat kamu bahagia. Dan aku bersyukur, Allah seringkali mengirimkan malaikatNya ketika aku sedang membutuhkan pertolongan. Malaikat yang dikirim Allah berwujud manusia, sama seperti ku. Apa yang sudah dilakukan malaikat-malaikat itu kepada ku? Banyak! Mulai dari hal-hal kecil, sampai hal-hal yang luar biasa. Misalnya saat kamu lagi butuh pinjaman nomor rekening bank Mandiri, soalnya yang mau transfer uang gak bisa ke rekening BNI mu, dan kalau gak segera dapet pinjeman nomor rekening, transfer bakal ditunda bulan depan. Trus ada yang mau minjemin nomor rekeningnya. Dia malaikat!


Ada contoh lain, ketika kamu di jalan, lalu motormu diambil oleh tukang kredit gara-gara cicilan kreditnya udah nunggak 4 bulan, akhirnya kamu pulang jalan kaki. Trus ada yang menawarkan, "Mau aku jemput kah?". Dia malaikat! Bagaimana dengan kepala jurusan dan pihak rektorat yang mau membantumu supaya akhirnya tidak jadi dicutikan gara-gara telat bayar SPP? Mereka juga malaikat!
Itu sih cuman sedikit contoh aja. Karena kalo aku tulis semua, kayaknya butuh waktu bertahun-tahun. Mengingat aku udah hidup di dunia ini selama lebih dari 22 tahun. Lagipula aku juga gak inget semua. Hehee.
Tapi malaikat yang ini agak berbeda sama malaikat yang terbuat dari cahaya itu. Mereka bisa berubah jadi iblis sewaktu-waktu, kalo ada penyebabnya. Makanya, hati-hati ya. Jangan bikin malaikat-malaikatmu kecewa. Malaikat yang ini agak istimewa. Mereka gak bisa selamanya setia sama kamu. Jaga baik-baik hatinya. Ada satu lagi malaikat yang baik banget. Malaikatnya dalam wujud seorang ibu. Yang selalu mendoakanmu, yang selalu menantikan kepulangan mu ke rumah, selalu ingin yang terbaik buat kamu, dan jadi support terbesarmu dalam keadaan sesulit apapun.
Oiya, kita sendiri juga malaikat bagi orang lain. Tanpa terasa, kita juga pernah melakukan hal yang sama untuk orang-orang yang kita cintai. Kita juga bisa jadi malaikat untuk mereka. Tapi kok terkadang mereka gak berbuat sebaliknya untuk kita? Hmm.... No comment! :p

Dedicated for those who become my angel,
Thank you and I love you.

Wednesday, November 7, 2012

You can glue broken ceramic, but not for heart

Udah lama ya gak ngeblog lagi. Hehehe~ Semester ini semua mata kuliah diambil, ditambah ngerjain skripsi sekalian, biar lulus cepet. *Aamiin.* Trus segera menjalankan misi yang selanjutnya. Karena manusia tak pernah tau sampai kapan dia akan berada di dunia ini. So, everyone~ let's spend our time wisely! Males-malesan dikit bolehlah...yang penting harus tetep bertanggung jawab sama amanah. :D 

Oke, lanjut! Pernah gak sih kamu disakiti sama temen dan saking keterlaluannya bahkan kamu yang biasanya pemaaf sampai gak bisa maafin orang itu? Sesuai dengan judul postingan ini, "You can glue broken ceramic, but not for heart". Hati seseorang bukanlah keramik atau sejenisnya yang setelah kamu hancurin lalu bisa kamu sambung lagi dengan mudahnya. Tidak bisa. Butuh waktu yang lama jika hati itu sudah bener-bener hancur buat kembali lagi seperti dulu. Dan itupun gak bisa sepenuhnya kembali utuh seperti sebelum hati itu dihancurkan. Pasti ada beberapa bagian yang tidak bisa disambung lagi. Kenapa aku menganalogikan hati dengan keramik? Karena hati juga mudah patah, mudah hancur. Bermain-main dengan hati seseorang adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Once you broke it, it will take some times to repair. Hal ini yang sedang terjadi sama aku sekarang. Aku berani mengklaim diriku sebagai teman yang loyal. Aku tidak pernah sekalipun menghianati seorang teman walaupun teman itu pernah melakukan hal yang buruk kepadaku. Sama sekali tidak pernah. Jika ada teman yang berbuat salah, biasanya kami bisa saling memaafkan dengan mudah. Tapi tidak dengan kali ini. Kasusnya sudah terlalu berat. Levelnya sudah terlalu tinggi. Kejadian ini bermula ketika kerja praktek di Kalimantan. Aku datang ke Kalimantan dengan tujuan untuk kerja praktek, sebagai syarat untuk menempuh mata kuliah, supaya dapat pengalaman baru, sekalian liburan, dan ternyata aku juga dapat bonus yang sangaaat luar biasa. Sakit hati! 



Peraturan di jurusanku, kerja praktek boleh berpasangan atau individu. Kebetulan ada yang mengajak aku berpasangan. Sebenernya aku sudah berencana untuk mengajak teman lain buat jadi partner. Tapi kebiasaanku adalah siapa yang ngajak buat partner-an duluan, itulah yang akan jadi partner ku. Aku tidak pernah membeda-bedakan teman. Karena aku juga tidak suka dibeda-bedakan. Alhasil, jadilah aku partner-an sama temen yang ngajak itu. Sebenernya aku dan partner ku ini cukup deket. Kita biasa curhat-curhatan *tapi biasanya aku yg sering jadi pendengar aja, aku gak terlalu suka ngobrol panjang* Anak ini gak terlalu keliatan di kampus dan gak terlalu bisa berbaur sama temen-temen yang lain. Dia punya pemikiran sendiri tentang anak-anak di kampus yang terkadang bikin aku...ehhmm...ngapain diambil pusing sih? Tapi aku tetep support dia dengan pemikirannya itu. Setiap individu punya hak untuk mempunyai pemikiran masing-masing. Dia juga pernah bertanya kok bisa aku hidup dengan sifatku yang easy going. Ya..just take it easy aja. That's all.

Ternyata pertemanan kami hancur akhirnya. Aku diperlakukan dengan seenaknya. Bagaimana bisa aku harus nurutin setiap kemauannya. Hey, aku disini karena kamu minta aku buat nemenin kamu yang gak berani buat kerja praktek sendirian ketika seseorang yang kamu klaim sebagai "sahabat" menolak ajakan mu buat partner-an kerja praktek. Lalu ini yang aku dapat? Dulu aku sempat bertanya-tanya. Kenapa banyak teman-teman di kampus yang gak suka sama anak ini. Kemudian 45 hari di Kalimantan cukup memberiku jawaban yang sejelas-jelasnya. Aku sangat menyesali hal ini terjadi. Tapi tidak ada yang bisa mengembalikan waktu yang terbuang. Yang berlalu biarlah berlalu. Seberapa buruk kenangan itu, tidak perlu dilupakan. Karena hal itu akan jadi kekuatan untuk kita dalam bertindak. Jadikan pelajaran hidup untuk mencari kenangan-kenangan lain yang lebih indah. Dia pernah mencoba untuk meminta maaf. Dan seperti yang ku duga, dia selalu mengulangi lagi setiap kali setelah minta maaf. Saat aku sulit memaafkannya karena terlalu sakit hati, dia menyebutku kekanak-kanakan. Tidak bisa bersikap dewasa. You call that "sincere apology"? Aku bersedia memaafkan dia, tapi tidak untuk mengembalikan keadaan seperti sebelum semua kekacauan ini terjadi. Itu mustahil.

Sudah sangat parah yang kau perbuat, kawan. Maaf kalau aku masih gak terima. Terlalu sakit. Sudah terlalu banyak airmata yang mengalir. Aku bukan Tuhan Yang Maha Pemaaf. Aku manusia biasa. Kalau kau tidak memperlakukan ku dengan baik, aku bisa benar-benar pergi. Aku bukau kan seseorang yang setelah kau sakiti dengan hebatnya, lalu kau memintaku untuk tetap tinggal, dan aku akan tinggal. Tidak. Aku punya keterbatasan. Aku kira kamu adalah orang yang paling mengerti tentang apa yang namanya sakit hati, ternyata aku salah. Terima kasih atas segala pelajaran hidup yang sudah kau berikan selama ini.

From the deepest of the heart,

Monday, July 2, 2012

The Story About My Boyfriend

Besok aku sudah harus berangkat ke Kalimantan buat KP (kerja praktek) di kilang minyak terbesar di Asia Tenggara. Ah, aku pengen cepet-cepet KP, lalu segera liburan. KPnya 1,5 bulan coy, habislah liburan ku semester ini. Banyak banget yang harus diurus buat KP-KPan ini. Test darah lah, test kesehatan lah, daftar asuransi Jamsostek, beli baju buat ke kantor, dan buanyak lagi di behind the scene nya. Hari ini, aku nemenin temen ku mau ngecilin celana kain buat ke kantor ntar. Trus pas di perjalanan, ada sesosok manusia yang sangat aku kenal. Cowok ku. Kita papasan di jalan, tapi dia gak liat aku. Hari ini kan seharusnya dia udah mulai KP hari pertama di sebuah perusahaan di kota Gresik. Kok dia bisa wandering di jalanan sekitar sini. Lalu aku buka hape, berniat mau sms dia, kok dia masih di Surabaya. Ternyata sudah ada sms dan miscall dari dia. Dia tanya aku dimana, sudah makan apa belum. Wah, kayaknya dia mau ngajak makan, tapi bagaimana dengan KPnya? question
Lalu dia telpon aku lagi. Ternyata beneran, dia mau ngajakin makan siang bareng. Setelah aku selesai nganterin temen ku ngecilin celana, aku balik ke kost. Aku masuk ke dalam buat ke toilet sebentar, lalu tak lama kemudian si dia udah nunggu di depan kost. Jadilah kita makan siang bareng hari ini. Kita makan di sebuah mall di Surabaya. Anak ini kalau ngajak makan, pasti kalo gak ke cafe ya ke mall. Walaupun kita pacaran, gak enak juga lah sama dia. SOalnya dia pasti yang bayarin. Mau ku, kita sekali-kali lah makan di pinggir jalan gitu. Masalahnya, makanan sederhana di sini itu kebanyakan "lalapan" atau "penyetan". FYI, dia gak suka makanan pedas. Sementara lalapan itu kan cuman nasi+lauk+sambel+lalap timun atau daun kemangi. Ya itu udah secara otomatis gak masuk dalam list makanan yang bisa dia makan lah. Lagi pula, disini dia punya rumah. Dia jarang makan diluar, soalnya bisa makan dirumah. Jadinya dia gak ada rekomendasi tempat makan biasa, selain di food court gitu. Kayaknya hari ini dia ngeluarin kocek yang cukup besar buat kita makan siang. Aduh, maaf ya sayang~ seharusnya aku gak ngambil porsi yang sama kayak yang kamu ambil pucca_love_14.


Kita ngobrol seperti biasa. Ngomongin tentang mantan-mantannya dia, tentang kenapa kok bisa aku baru punya pacar sekarang, dan macem-macem. Hari ini, dia bolos KP karena aku. Mungkin gara-gara sms ku kemaren malem yang agak manja kali ya. "....aku lagi packing lhoh, I'm gonna miss u sooo mucchhhh" seperti itu kira-kira sms ku semalem. Dan hari ini dia bela-belain gak masuk hari pertama KP supaya aku bisa jalan-jalan ma dia, sebelum kita pisah buat waktu yang agak lama. Mungkin dia sedang belajar menyayangiku sekarang. Aku tidak tahu apakah dia udah bener-bener ngelupain perasaan dia ke mantannya atau belum. Yang jelas, aku sayang banget sama dia. Udah gitu aja!
Aku sering ngerasa, aku tuh gak pantes buat dia. Aku cewek biasa saja. Kalau aku ditanya, apa value ku? aku bingung mau jawab apa. Kalau dia... Dia cowok yang sempurna bagi ku. Dia baik, dia ganteng, dia tinggi, dia smart, dia berwawasan luas, dia...my someone over the rainbow. Aku gak lagi mimpi kan ini? Dan kalau aku lagi mimpi, bangunkan aku, dan jadikan mimpi itu kenyataan. I'm so happy to have you. You are my first and you give me very very beautiful days. Aku harap, kisah kita tidak berakhir seperti kisah-kisah mu terdahulu. Aku harap, kita bisa melalui satu tahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun, dan seterusnya.


From a girl who really loves you,


Saturday, June 23, 2012

Mungkin

Apakah aku melukai mu? Maafkan aku! Terkadang aku memang sangat bodoh. Begitu bodoh sehingga tidak mampu mengatakan dengan benar apa yang sebenarnya harus ku katakan. Kita... mungkin dulu aku pernah berarti sesuatu di hidupmu. Mungkin. Sesuatu, perbuatan ku, mungkin telah membuat mu terluka sehingga kau sangat kecewa lalu meninggalkan ku. Kemudian aku bertanya-tanya, apa salah ku, tanpa berani berbicara langsung kepada mu. Mungkin kesalahan ku terlalu besar sehingga melihatku pun kau tak mau.
Dan kesalahan ku semakin besar karena aku tidak pernah mencoba untuk berbicara kepada mu tentang semua ini. Aku hanya menunggu dan menunggu kesempatan untuk meluruskan semuanya. Tetapi kesempatan itu tidak pernah datang. Sampai akhirnya mungkin kau memutuskan untuk melupakan semuanya, mencari seseorang lain, yang lebih baik, dan menganggap semua tidak pernah terjadi. Terkadang aku menjadi sangat bodoh. Begitu bodoh sehingga tidak bisa menunjukkan sikap yang seharusnya ku tunjukkan kepadamu. Tidak seharusnya aku berbuat seperti itu. Bukankah saat itu kau sedang membutuhkan ku? Lalu mungkin aku melakukan hal yang membuatmu sakit hati. Maafkan aku!


Tapi, aku masih menanti kesempatan itu. Aku hanya ingin tahu. Apa yang membuatmu begitu marah. Kau tidak perlu mengatakan apa yang kau rasakan. Terlihat jelas dari sikapmu. Ah, aku tidak berharap posisi ku dikembalikan sama seperti setahun yang lalu. Sama sekali tidak. Situasinya sudah berbeda sekarang. Aku hanya tidak mau kehilangan mu, aku tidak mau kehilangan teman, itu saja. Sedih jika mengingatnya. Sungguh. Kau orang baik, wajar jika aku merasa sangat kehilangan. Aku senang saat itu kau berubah setelah mendengarkan ku. Aku merasa berarti saat itu, satu tahun yang lalu. Satu tahun yang lalu, dimana aku masih belum sangat bodoh lalu melukai mu. I sure didn't mean to do that. Let's be friend like a year ago. I am a human. I am not an angel. I can make mistake. I might be stupid. But I am not that stupid to hurt you twice.

Dari orang bodoh, yang tidak pernah bermaksud melukaimu
Dan masih berharap untuk memperbaiki semuanya

Thursday, June 21, 2012

Hidup Adalah Memanfaatkan dan Dimanfaatkan

Seseorang menitipkan seseorang kepada ku. It's not literally means "menitipkan". Tapi dia minta tolong, supaya aku bisa merubah sifat orang tersebut. Well, mari kita ulas dari awal. Jadi begini, di atas bumi, di bawah langit, hiduplah 3 orang mahasiswi. Supaya lebih mudah dijelaskan, kita beri nama masing-masing karakter ini. Sebut saja Princess, Derpina, dan Chibi(aku). Mereka bertiga adalah teman satu angkatan di sebuah institut terkemuka di Jawa Timur. Suatu malam, Derpina mengirimkan sms kepada Chibi. Wah, tumben sekali nih anak sms ngajak ngobrol, pasti ada sesuatu yang penting.

pika16
Keesokan harinya, setelah selesai kuliah, kami duduk di gazebo kampus, dibawah langit sore yang indah. She tells me everything. She reveals everything. The fact that I never know. The fact that really shocked me. Dia cerita tentang hubungan pertemanannya dengan Princess. Selama ini aku hanya mendengar cerita tentang pertemanan mereka dari sisi Princess. Dia memang sering cerita-cerita tentang kehidupannya ke aku, termasuk lika liku hubungan pertemanannya dengan Derpina. Kali ini aku mendengar dari sisi yang berbeda. Aku selalu mengira bahwa Derpina adalah orang yang mempunyai sifat yang sama dengan Princess, yaitu ketika kamu sudah dekat dengan seseorang, orang tersebut harus terus sama-sama kemanapun, dimanapun, dan kapanpun. Kalau kamu udah nyaman dengan seseorang, ya kamu maunya cuma sama dia terus. Kira-kira seperti itu. Aku selalu berpikir bahwa Derpina adalah orang yang socially awkward, susah berbaur dengan lingkungan sekitar, kaku. pucca_love_12
Kenapa aku menyimpulkan begitu? Karena apa yang diceritakan oleh Princess memberi gambaran seakan-akan Derpina adalah orang yang tidak bisa mengijinkan Princess berteman dekat dengan orang lain karena dia akan merasa ditinggalkan. Oh God, why??? Aku heran dengan orang-orang seperti ini. Sebegitu susahnya kah mencari kawan sehingga harus ada perasaan seperti itu? Dan aku juga heran dengan orang-orang seperti ku, yang dengan mudahnya making friends with a lot of people easily and naturally. Aku tidak bermaksud membanggakan diri. Sama sekali tidak. Aku tidak menjamin teman-teman yang ada disekelilingku adalah orang yang benar-benar menyukai ku. Aku tidak takut dimanfaatkan. Realistis ajalah. Hidup itu adalah memanfaatkan dan dimanfaatkan. Kita harus bisa survive dengan memanfaatkan dan mau dimanfaatkan. Itu adalah kunci utama dalam bersosialisasi. Kamu harus punya sesuatu untuk bisa diterima oleh lingkungan. Sebisa mungkin jangan buat orang lain males deket-deket ma kamu. Jadi menyebalkan bolehlah, tapi jangan kelewat batas. Dan usahakan kamu ada disaat teman mu membutuhkan mu disaat-saat sulit mereka, karena siapa tahu mereka juga akan berusaha membantumu saat kamu membutuhkan mereka. pucca_love_17
pika21
Oke, cukup dulu petuahnya. Kembali ke permasalahan awal. Apa yang diceritakan Derpina berbanding terbalik dengan yang diceritakan Princess selama ini. Sedikit mengejutkan ketika Derpina bilang tentang isi hatinya yang sebenarnya. Ternyata dia sama sekali bukan seperti yang ku kira. Ketika aku beramai-ramai hang out bersama kawan-kawan ku, yang ada di pikiran Derpina adalah dia juga ingin ikut gabung bareng kita. Seneng-seneng bareng, menikmati masa menjadi mahasiswa yang seru. Tapi lalu dia berkata, dia tidak bisa dengan mudah gabung bareng kita-kita soalnya Princess akan merasa ditinggalkan kalo Derpina hang out sama kita sementara Princess gak diajak. Kata Derpina, Princess mungkin akan bilang gini, "Lhoo..kamu mau sama-sama mereka ya? Ya udah deh!" *dengan nada memelas* Aku jadi kasihan sama Derpina. Dia itu pengen menjalin persahabatan dengan orang banyak, dia pengen masa mudanya diwarnai dengan seru-seruan bareng teman yang banyak. Tapi dia harus terbelenggu dengan masalah seperti ini. Saat aku bilang, "aku ini singularity point, aku bisa bergabung dengan mereka, mereka bisa menjadikanku bagian dari mereka, tapi ketika aku tidak sejalan dengan mereka, aku bisa mengambil keputusan sendiri". Lalu Derpina bilang dia pengen juga seperti itu, tapi dia tidak bisa. Well, aku mengerti posisi dia. Jika kita melakukan sesuatu yang sepele, namun bisa melukai hati Princess sedikit saja, efeknya bisa sangat besar.
pucca_love_16
Princess bisa melukai dirinya sendiri dengan menyayat tangannya. Itu adalah hal yang paling kami takutkan jika kami secara tidak sengaja membuat Princess desperate. Princess adalah tipe orang yang suka berharap terlalu tinggi pada seseorang. berharap orang tersebut akan selalu dan selamanya berbuat baik kepada dia. Oh God, apakah kami terlihat seperti malaikat? Aku dan Derpina juga manusia. Pasti punya salah, pasti pernah menyakiti, pasti pernah berbuat jahat, pasti pernah berbohong. Don't put high expectation to us. Bagaimana yah caraku untuk menjelaskan semua ini ke Princess bahwa sebenarnya ekspektasinya yang berlebihan terhadap kami, terutama Derpina yang dia sangat sayangi, malah membuat hidup Derpina tidak tenang. Hidup udah susah, janganlah ditambah-tambah susah.biggrin
Being realistic is important. Seperti lagunya Niky Astria, "Dunia ini panggung sandiwara". Ya memang. Disini kita bersandiwara, atas skenario yang sudah dipersiapkan Tuhan untuk kita, dengan improvisasi kita sendiri. Tidak bisa dipungkiri bahwa kita perlu bersandiwara. Bukan berarti dengan bersandiwara membuat kita jadi 'palsu'. Ada kalanya kita perlu menjaga keseimbangan alam. Kita harus tahu, kapan kita harus menjaga situasi, membuka segalanya dan menyaring beberapa, lalu menjaga perasaan orang lain.
pucca_love_17
Aku pengen Princess mengerti tentang hal ini. Menurutku, takut disakiti atau dikhianati bukan alasan untuk tidak membuka hati untuk orang-orang yang lain. Justru dengan banyaknya hantaman, lalu kita memperbaiki kembali hati kita, hati kita akan jadi lebih kuat. Tuhan memberi kesempatan kita hidup untuk belajar. Mempelajari apa saja yang bisa dipelajari. Dan aku harap Princess, Derpina, dan Chibi bisa menjadi sahabat yang solid dengan cara yang sehat.

Vampires are forever, so are bestfriends
Let's love each other, not hurt each other...

Tuesday, June 5, 2012

Falling in love is something "Absurd"

Membuat keputusan untuk bersama dia itu...bukan main-main. Kalau tidak benar aku sayang dia, ngapain aku jadian sama dia? Terlalu banyak perbedaan diantara kami. Aku mencoba untuk mencari persamaan, tapi belum menemukan. Dilihat dari hal yang kecil sajalah. Makanan misalnya. He can't eat what I want to eat. Dia gak suka makanan pedas, aku maniak makanan pedas. Aku biasa makan mie instan, sementara bahaya sekali kalau dia makan-makanan seperti itu. Kalau aku sih makan apa aja juga hayo! Makan di restoran alhamdulillah, makan di warteg ya sudah kebiasaan. Dia bahkan tidak suka Takoyaki. Jajanan Jepang yang aku suka banget. Kami juga hidup dilingkungan dengan status sosial yang berbeda. Tapi mungkin dia belum tahu atau memang tidak peduli. Pokoknya kita itu banyak perbedaan, udah gitu aja.

Bener kata Raditya Dhika, lewat bukunya Marmut Merah Jambu, dia berkata, "Jatuh cinta itu suatu hal yang absurd". Iya juga sih. Hanya karena hal-hal kecil, seseorang bisa jatuh cinta. Contohnya : kekaguman saat si dia mengungkapkan pemikirannya yang tidak lazim tentang keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak, bukan Blackberry Messenger). Wah, jarang-jarang aku menemui respon yang berbeda tentang kasus ini. Contoh lain : saat dia memakai jaket jurusannya, yang warnanya merah menyala. Tunggu dulu, apa yang berbeda dari seseorang cowok yang berjalan dengan memakai sebuah jaket jurusan? Ya, gak tahu! Pokoknya dia kelihatan keren, udah gitu aja.

Jatuh cinta itu sesuatu yang absurd. Hahaha, benar sekali! Terkadang, kita tidak perlu punya alasan untuk bisa jatuh cinta kepada seseorang. Mungkin gak sih? Hmm, kalau hal itu aku tidak tahu. Yang jelas, aku selalu punya alasan untuk menyayangi seseorang. Termasuk buat sayang sama dia.
Saat itu, aku ingin sekali ngasih sesuatu kepada dia. Entah kenapa pikiranku langsung hinggap buat ngasih "Four-leaf Clover", yang bahasa Indonesia-nya Daun Semanggi berdaun empat. Setiap helai daunnya mengandung makna yang berbeda. Daun pertama, supaya kau mendapatkan ketulusan cinta. Daun kedua, supaya kau selalu sehat. Daun ketiga, supaya hidupmu makmur. Daun keempat, supaya kau selalu beruntung. Katanya, ada satu kemungkinan semanggi berdaun empat di antara sekumpulan 10.000 semanggi berdaun tiga. Aku pernah beneran nemu semanggi berdaun empat pada saat acara kerja bakti bersihin sekolah pas SMA. Saat itu pas kita lagi bersihin rumput liar di deket Laboratorium Kimia, temenku bilang, "Eh, katanya, kalo kamu nemu semanggi berdaun empat, kamu bakal dapet keberuntungan". Lalu aku mencabut salah satu daun semanggi yang ada disitu. Dan ternyata, itu yang berdaun empat. Hahaha... Lalu mereka berusaha mencari yang berdaun empat yang lain, tapi gak ketemu. Sedikit menyesal soalnya daun itu tidak aku awetkan di dalam Fiber Glass dan malah aku buang.

Menemukan semanggi berdaun empat itu takdir. Kalau gak ditakdirkan ya, gak ketemu. Jadilah aku membeli gantungan hape yang ada semanggi berdaun empat-nya di dalam fiber glass. So expensive. Maklum, itu barang diimpor asli dari Jepang. Setelah barangnya sampai di tanganku, langsung aku berikan ke dia. Aku bahkan tidak bisa mengucapkan makna semanggi berdaun empat dengan mudah saat aku memberikan benda itu ke dia. Aku hanya bermaksud supaya dia selalu dikelilingi dengan kebahagiaan. He deserve it. Dia anak baik. Dia pantas buat bahagia. Mungkin dia bakal menganggap ku aneh karena ngasih gantungan hape. Mungkin benda itu gak worth it. Tapi akhirnya aku tetap ngasih itu ke dia. Aku udah gak peduli mau dianggap aneh atau seperti apa. Dan diluar dugaan. Gantungannya langsung dipasang dihapenya. Aku harap dia gak terpaksa buat pakai gantungan itu. Aku bilang, aku gak minta dia buat pasang gantungan hape itu. Cukup disimpen aja juga gak apa-apa. Soalnya aku tahu, cowok biasanya gak suka pakai gantungan hape. Lalu dia menjawab, "Tapi kalo aku mau pakek gak apa-apa kan".


I'm so lucky to have him around,

Monday, April 30, 2012

The letter from my heart


I just wanna cry, but I can't
I'm in so much pain till I can't feel nothing but this hurtful feeling
I need my medicine
The medicine to remove my pain
The medicine to get back my smile

I just wanna cry, but I can't
I'm trying to watch saddest movie but tears don't come out
I'm trying to watch funniest movie but laugh is too hard to do
I need my medicine
The medicine to make me feel better
The medicine that never hurts me

I'm sorry that I ignored you today
It's not that I don't love you
But the pain in my heart makes me can't think about good things
It blocked my sight
It shut my mouth
It even closed my ear




I want to hide all of this
So nobody can't see
I want to act strong
So everybody will think everything is okay
I want to close my eyes, but I have to see everything
I want to hear nothing, but I have to listen these things
I want to die, but I have to continue living

God is punishing me
Because I am starting to walk away from His path
Maybe I deserve it

I will go to somewhere to find my medicine
I promise it won't take too long
Just wait for me,
Because when you found me for the second time,
You will find the brand new person who deserve to accept your love

From the one who deeply love you,

Saturday, October 22, 2011

Gomenasai, obaachan~

This morning, 8:52 AM, an unknown number called me. I think that is a call from my friend because yesterday she said she wanna borrow my jacket. What a shock! That's from my father. I don't know why he didn't use his own phone to call me. And he just said something shocking when I was a half awake. My father said that my grandma passed away this morning.
So speechless. I don't know what to say on the phone. My father ask me if I gonna go home or not. I stammered and finally I said I don't go home. Yeah, I won't go home.

That's not because I don't love her or I don't wanna see her for the last time. I really love her. However, she raised me and looked after me when I was child while my mother was still taking education in college. She is the one who I ran into when my mother scolded me. I once dreamt that I will make her happy. She likes visit some recreation place. I once dreamt that I will take her to a lot of beautiful places. But, it seems too late now. I already lost many beloved people in my life. First, my aunt from my mother, then my grandma from my father, then my grandpa from my father, now my grandma from my mother.
Gomenasai~ The reason I don't go home today was because I think I don't make it on time. I will take about 5 hours to arrive at my hometown. 5 hours are too long. I'm sure that my grandma will be buried before that. What is the point of going home if I can't see you for the last time? Hontou ni gomenasai obaasan. Watashi wa uchi he kaeritai yo, demo dekimasen deshita.
Hontou ni gomen na. I promise, I will visit your grave, bring some flowers to make it fragrant, and clean it up.
Mou ichido, gomenasai~ Obaachan ga totemo daisuki desu.pucca_love_16pucca_love_17

The girl who loves her GrandMa,

Tuesday, October 11, 2011

Being a leader? It's not a drug, but it's addictive

Salam olahraga~ pucca_love_13 *mau ngapain buuk?*
Welcome back to my new post. Kali ini pembahasannya sedikit lebih serius. Tapi ya, dibikin enjoy aja laah *ngetik sambil ngemil soes kering*
Kejadian siang ini membuat aku sadar betapa beratnya menjadi seorang pemimpin.
Pernahkah kalian jadi pemimpin? Gak perlu jadi pemimpin besar lah...yah, misalnya jadi ketua kelas gitu. Aku yakin, semua orang pernah jadi pemimpin, jika bukan memimpin orang lain, at least mereka memimpin dirinya sendiri. Bagaimana menurutmu, rasanya jadi pemimpin? Asyik kah? Susah kah? Menantang kah? Everybody has their own opinion about this. Kali ini aku mau share beberapa pengalaman ku jadi pemimpin.
Sejak kecil aku sudah terbiasa jadi pemimpin. Mulai dari kelas 1 SD, aku sudah ditunjuk sebagai ketua kelas. Lalu saat upacara, aku sering diminta jadi pemimpin barisan, pemimpin peleton, pemimpin paduan suara, dan lain-lain. Itu hanya pengalaman kecil. pucca_love_11
Beberapa bulan yang lalu, tepatnya di bulan Maret tahun 2011, aku menjadi koordinator acara untuk sebuah event tahunan unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang aku ikuti. Ini adalah pertama kalinya aku bisa menjadi koordinator untuk acara tingkat provinsi. Sebelum-sebelumnya aku hanya menjadi koordinator acara tingkat jurusan. Nah, terjadi sesuatu di acara ini. Sebuah sekenario berat telah dipersiapkan oleh presiden UKM dan tidak ada satupun anggota yang mengetahui. question
Jadi begini ceritanya...
Setiap kita mengadakan kegiatan, hal yang pertama kita lakukan adalah membuat proposal. Lalu kita meminta berbagai perijinan dan tanda tangan pihak-pihak terkait supaya acara kita mendapat dana dari pusat, yang dalam hal ini adalah pihak rektorat. Pokoknya ada banyak proses yang perlu kita lakukan sampai akhirnya acara kita bisa didanai. Pernah terbayangkan kalo kalian mau bikin acara besar sementara dana yang disetujui hanya 30 % dari anggaran yang kalian ajukan? kebayang kan betapa bingungnya panitia saat itu. Setiap hari kita adakan rapat, rapat, dan rapat, bahkan sempat terbesit rencana kalo acaranya bakal mundur. Tapi ini jelas tidak mungkin karena poster dan undangan sudah tersebar *berasa mau nikahan aja yak*pucca_love_13
Alhasil, sesuai kesepakatan bersama, kami meleburkan beberapa sie menjadi satu. Di proposal masih dibagi dalam beberapa sie, tapi kenyataannya semua sie akhirnya saling membantu satu sama lain dan tidak berdasarkan jobdesk. Semua sie pergi mencari sponsor ke banyak perusahaan. Mulai dari industri makanan, minuman, bimbingan belajar, provider telekomunikasi, kedutaan, dan banyak lagi deh. Udah panaas,,jauuh,,capeeekkk
pika14

Akhirnya kita tetap melaksanakan acara sesuai proposal, poster, dan undangan. Tetapi kita bener-bener menekan pengeluaran semaksimal mungkin. kami memangkas banyak sekali anggaran yang dirasa kurang perlu. Saat itu, rasanya pengen escape aja dari kehidupan dan melarikan diri aja. Tapi lalu aku sadar, tantangan itu bukan untuk disia-siakan. Kehidupan itu bukan untuk dilewatkan, tapi dilewati. Kalo bukan sekarang aku belajar menghadapi tantangan, kapan lagi? Berbekal semangat dan harapan yang besar, finally the event was handled successfully with our biggest effort. Melelahkan memang. Tapi aku puas, karena aku bisa menghandle acara besar dengan cukup baik mengingat banyaknya keterbatasan-keterbatasan yang ada. mrgreen
Setelah perjuangan ini berakhir, kami mengadakan evaluasi untuk masing-masing sie. Jreng,,jreng,,In this part, the hidden scenario is revealed. Sebuah skenario besar disajikan disini. Sebenarnya, acara ini tidak pernah kekurangan sumber daya materi, I mean, dana. Sebenernya dari awal kami bahkan punya dana berlebih untuk mengadakan acara ini. Hanya saja, presiden UKm sedang mengadakan ujian kepada kami. Apakah kami mampu mengadakan acara dengan dana terbatas? Jika suatu hari hal ini benar-benar terjadi dan bahkan kami tidak mendapatkan dana sepeserpun dari institut, setidaknya kami tidak perlu takut karena kami sudah tahu apa yang harus kami lakukan.
pika21
Sedikit kesal, tapi berterima kasih. This is a valuable experience that we can't get easily. Beratnya menjadi seorang pemimpin dan kualitas kepemimpinanmu tak akan bisa dirasakan jika kamu tidak terjun ke lapangan.
Being a leader is not easy. It's difficult, It's tiring. Being a leader? It's not a drug, but it's addictive. Yes, I'm addicted. There are so much valuable experiences if you dare to be a leader. When everybody around you can't be counted on, then the last person you can count on is YOURSELF. Believe in yourself and keep in mind that you are capable to be the best!

I dare to face a big challenge, and so do you

Saturday, October 1, 2011

My Beloved and Inspirative

Waktu masih TK, aku bersekolah di sekolah katolik yang bernama TKK Yohanes Gabriel di daerah tempat tinggalku. Aku diajar oleh seorang guru perempuan yang bernama ibu Emilia. Bagiku, bu Emil adalah satu-satunya guru yang ingin melihat anak didiknya berhasil. Sampai sekarang, aku tidak pernah melupakan guru ku itu. Aku benar-benar ingin memberikan sesuatu padanya kelak sebagai tanda terima kasih.
Saat itu, pas masih TK, aku kebelet pipis. Lalu aku meminta izin kepada bu Emil buat pergi ke toilet. Dan ternyata aku lama sekali tidak kunjung kembali ke kelas. Setelah agak lama, aku baru kembali ke kelas.
"Bu, kenapa saya terlambat masuk kelas?",
"Kenapa?", tanya bu Emil
"Karena saya mencari ini...", jawabku sambil menunjukkan setangkai bunga sepatu. Aku masih ingat, di area sekolah memang banyak tumbuh bunga sepatu. Setelah sampai di kelas, aku tidak langsung mengikuti pelajaran. Aku malah memilih bermain di samping lemari dekat tempat duduk guru. Kenapa bu Emil membiarkanku bermain disana dan tidak mengikuti pelajaran? Beliau bilang, kalau masa TK itu masa-masa untuk bermain. Tidak perlu dipaksa belajar kalau si anak tidak mau belajar. Karena nanti kalau dia capek sendiri, dia akan ikut belajar. Lagipula bermain itu juga salah satu proses pembelajaran. Benar-benar guru yang sangat mengerti.
Pernah suatu hari pas memperingati hari Kartini, kami disuruh mengenakan baju tradisional Indonesia. Karena tidak semua dari kami mampu untuk pergi ke salon dan menyewa baju tradisional Indonesia, ada satu atau dua murid cowok yang mengenakan baju biasa. Lalu apa yang dilakukan oleh guruku itu? Beliau mencari kertas dan kain sarung lalu membuatkan mereka kostum sederhana supaya mereka berbaur dengan yang lain. Benar-benar guru yang menyayangi murid-muridnya.
Pas aku sudah duduk di bangku kelas 6 SD, kebetulan aku diajar lagi oleh bu Emil. Beliau mengajar dengan cara yang cukup membuat nyaman. Berbagai metode beliau gunakan supaya murid-muridnya mengerti pelajaran yang beliau ajarkan. Saat beliau masih mengajar di sana, banyak sekali lulusan SD ku yang akhirnya diterima di SMP favorit. Sekarang beliau sudah dipindahkan ke kota.
Bu Emil ini walaupun sudah tidak mengajar kami lagi, tapi seakan-akan masih menganggap kami ini murid-muridnya. Saat masih SD, aku dan seorang teman ku, namanya Astri, selalu bersaing dalam hal pelajaran sejak kelas 4 SD, karena sebelumnya dua murid yang selalu bersaing adalah aku dan Yevvy. Kami diterima di SMP yang sama. So, berarti kami 11 tahun sekelas, mulai dari TK sampai SMP. Saat itu setelah pengumuman kelulusan SMP aku pergi ke rumah nenek ku. Rumah bu Emil bersebelahan dengan rumah nenek ku. Bu Emil bertanya padaku mengenai nilai UAN ku dan nilai UAN Astri, karena pada saat itu aku memang tak tahu maka aku jawab tidak tahu.
Kebetulan beberapa jam kemudian kakak Astri lewat dengan mobil pick-upnya. Bu Emil memberhentikan mobil kakak Astri dan bertanya soal nilai UAN. dari situ aku mengetahui nilai UAN Astri yang ternyata aku lebih tinggi darinya, sekaligus mengetahui bahwa ternyata bu Emil masih memperhatikan kami. She is the greatest teacher I ever had. She loves her student like her own children.

My Beloved and Inspirative

Waktu masih TK, aku bersekolah di sekolah katolik yang bernama TKK Yohanes Gabriel di daerah tempat tinggalku. Aku diajar oleh seorang guru perempuan yang bernama ibu Emilia. Bagiku, bu Emil adalah satu-satunya guru yang ingin melihat anak didiknya berhasil. Sampai sekarang, aku tidak pernah melupakan guru ku itu. Aku benar-benar ingin memberikan sesuatu padanya kelak sebagai tanda terima kasih.
Saat itu, pas masih TK, aku kebelet pipis. Lalu aku meminta izin kepada bu Emil buat pergi ke toilet. Dan ternyata aku lama sekali tidak kunjung kembali ke kelas. Setelah agak lama, aku baru kembali ke kelas.
"Bu, kenapa saya terlambat masuk kelas?",
"Kenapa?", tanya bu Emil
"Karena saya mencari ini...", jawabku sambil menunjukkan setangkai bunga sepatu. Aku masih ingat, di area sekolah memang banyak tumbuh bunga sepatu. Setelah sampai di kelas, aku tidak langsung mengikuti pelajaran. Aku malah memilih bermain di samping lemari dekat tempat duduk guru. Kenapa bu Emil membiarkanku bermain disana dan tidak mengikuti pelajaran? Beliau bilang, kalau masa TK itu masa-masa untuk bermain. Tidak perlu dipaksa belajar kalau si anak tidak mau belajar. Karena nanti kalau dia capek sendiri, dia akan ikut belajar. Lagipula bermain itu juga salah satu proses pembelajaran. Benar-benar guru yang sangat mengerti.


Pernah suatu hari pas memperingati hari Kartini, kami disuruh mengenakan baju tradisional Indonesia. Karena tidak semua dari kami mampu untuk pergi ke salon dan menyewa baju tradisional Indonesia, ada satu atau dua murid cowok yang mengenakan baju biasa. Lalu apa yang dilakukan oleh guruku itu? Beliau mencari kertas dan kain sarung lalu membuatkan mereka kostum sederhana supaya mereka berbaur dengan yang lain. Benar-benar guru yang menyayangi murid-muridnya.
Pas aku sudah duduk di bangku kelas 6 SD, kebetulan aku diajar lagi oleh bu Emil. Beliau mengajar dengan cara yang cukup membuat nyaman. Berbagai metode beliau gunakan supaya murid-muridnya mengerti pelajaran yang beliau ajarkan. Saat beliau masih mengajar di sana, banyak sekali lulusan SD ku yang akhirnya diterima di SMP favorit. Sekarang beliau sudah dipindahkan ke kota.
Bu Emil ini walaupun sudah tidak mengajar kami lagi, tapi seakan-akan masih menganggap kami ini murid-muridnya. Saat masih SD, aku dan seorang teman ku, namanya Astri, selalu bersaing dalam hal pelajaran sejak kelas 4 SD, karena sebelumnya dua murid yang selalu bersaing adalah aku dan Yevvy. Kami diterima di SMP yang sama. So, berarti kami 11 tahun sekelas, mulai dari TK sampai SMP. Saat itu setelah pengumuman kelulusan SMP aku pergi ke rumah nenek ku. Rumah bu Emil bersebelahan dengan rumah nenek ku. Bu Emil bertanya padaku mengenai nilai UAN ku dan nilai UAN Astri, karena pada saat itu aku memang tak tahu maka aku jawab tidak tahu.
Kebetulan beberapa jam kemudian kakak Astri lewat dengan mobil pick-upnya. Bu Emil memberhentikan mobil kakak Astri dan bertanya soal nilai UAN. dari situ aku mengetahui nilai UAN Astri yang ternyata aku lebih tinggi darinya, sekaligus mengetahui bahwa ternyata bu Emil masih memperhatikan kami. She is the greatest teacher I ever had. She loves her student like her own children.

I love you my teacher,

Saturday, August 27, 2011

Cerita Sore Hari

Cerita sore hari...idea
Bersyukurlah karena kau bisa hidup di dunia ini, kawan.
Bersyukurlah karena kau bisa hidup di dunia walaupun dunia tak seindah yang kau harapkan,
walaupun kau ditinggalkan, walaupun kau dihinakan...setidaknya ada banyak pelajaran yang bisa kau dapatkan jika kau hidup. Pelajaran apa yang bisa kau dapatkan jika kau sedang hidup? Banyak!arrow
Semua tentang kehidupan, baik buruk, hitam putih, suka duka, semua bisa kau dapatkan saat kau hidup. Lalu, apa yang selanjutnya harus kau lakukan jika kau sudah mendapatkan pelajaran itu? Hidup adalah pilihan. Bagaimana cara kita memperlakukan hidup kita adalah pilihan. Apakah kau memilih untuk mengabaikan pelajaran berharga? Apakah kau memilih untuk mendapatkan makna dari pelajaran yang kau dapatkan? Pilihan mu masa depan mu!
Beberapa hari yang lalu saat di perjalanan menuju Surabaya naik kereta, ada seorang ibu-ibu yang sangat membanggakan anaknya. Kebahagiaan orang tua adalah melihat anaknya sukses walaupun belum tentu sang orang tua mendapatkan imbalan dari sang anak atas perjuangan mereka demi anaknya.pucca_love_16


Well, apa yang ibu itu katakan kepadaku? Beliau bilang, selagi masih muda, aku harus memanfaatkan masa muda ku dengan baik. Pergunakanlah waktu kuliah mu dengan semestinya. Jika aku masih punya kesempatan untuk berkuliah, aku seharusnya merasa bahagia. Puas-puaskan hasrat menuntut ilmu mu! Karena nanti jika kau sudah berkeluarga, kau tidak akan bisa mendapatkannya lagi. Selagi masih muda, nikmatilah masa mudamu yang penuh energi. Karena jika nanti kau sudah berkeluarga, kau tidak bisa memikirkan diri sendiri. Yeah, that's right! Kita harus memikirkan kebutuhan keluarga bukan?pika16
Tidak perlu cepat-cepat menikah. Menikah itu butuh jiwa dan raga yang matang. Jangan menuruti perasaan senang sesaat. Pasangan yang sudah menikah itu, perasaan cintanya akan berubah. Setelah menikah, perasaan cinta kepada pasangan tidak akan sama seperti saat kamu berpacaran dulu. Semuanya akan berubah setelah satu tahun atau setelah memiliki anak pertama. Walaupun begitu, tidak berarti pernikahan tersebut akan hancur. Bukan seperti itu. Hanya saja rasa sayangnya berubah menjadi cintanya sebuah keluarga, bukan cinta anak muda. Begitulah beliau bilang. Lalu rasanya seperti apa? Ya mana aku tahu. Aku masih 20 tahun. Aku masih ingin menikmati masa muda. Aku tidak ingin memikirkan sesuatu yang terlalu jauh, tapi bukan berarti aku tidak memikirkan masa depan. cool
Masa depan mu tergantung dengan apa yang kamu lakukan di masa kini, kan? Oleh karena itu, if you do your best in this present time, you will get your bright future then! Just be yourself, be happy, be strong, and be good person for all people you love!pucca_love_02


With a lot of love,

Wednesday, August 10, 2011

What's the meaning of "Friendship" ?

Kau bilang padaku kau tidak punya teman,
tak satupun?

Kau pasti sudah lupa,

Kau masih memiliki aku

Ketika kau berada dalam keramaian,

dikelilingi oleh orang-orang

Dan kau masih merasa sendiri

Berarti kau tidak pernah melihatku berdiri


Ketika hatimu terpuruk,
Aku akan terpuruk bersamamu
Ketika kau memiliki air mata kesedihan

Aku akan ada disampingmu menangis bersamamu

Ketika kau bahagia, suatu hari nanti,

Bahagialah...walau tak bersamaku



Kata-kata tersebut aku dapatkan dari sebuah film Thailand yang baru saja ku tonton, judulnya Friendship. Sebenarnya itu sebuah lirik lagu dalam bahasa Thai yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kurang lebih begitulah artinya. Sedikit sulit untuk memahami maksud dari film ini pada awalnya. Tapi ternyata film ini sangat bagus di menit-menit akhir. *recommended banget buat ditonton* Banyak nilai moral yang tersimpan.
Lalu kenapa aku posting disini?pika16

Sebenarnya hal ini juga terjadi beberapa hari yang lalu padaku. Ada seorang teman yang merasa dia sendiri. Dia bilang padaku dia tak punya sahabat satupun. Aku dengarkan semua ceritanya. Aku senang karena dia memilihku untuk mendengar ceritanya. Dia bertanya banyak tentang dirinya. Aku jawab sesuai pendapat ku dan pendapat teman-teman. Aku memahami sikapnya. Well, setiap orang punya sisi negatif. Dan itu wajar.neutral
Aku senang karena dia bisa terbuka menceritakan tentang dirinya kepada ku. Ini berarti aku punya sisi sebagai pendengar yang baik. *narsis dikit boleh ya* Aku masih ingat, dia bilang padaku, dia punya sifat yang cuek. Cuek pun ada batasnya, teman. Bukankah kita sudah cukup dewasa untuk mengerti batasan-batasan dalam kehidupan. Ada kalanya kau harus memperhatikan lungkungan sekitar mu. Ada kalanya orang-orang di sekitarmu ingin kamu memperhatikan mereka. Jika seseorang melakukan kebaikan terhadapmu, paling tidak balaslah kebaikan mereka. Walaupun hanya kebaikan kecil. Itu akan sangat berarti. Bukankan kau cukup mengerti untuk itu? Atau mungkin, Kau benar-benar tidak dapat memahami. question
Aku harap kau bisa lebih peka. Aku tidak ingin kau terus menjadi orang yang sendiri walaupun kau sangat berpotensi untuk dicintai. What's the meaning of friendship? Bagimu, teman itu apa? Orang yang selalu ada saat kau membutuhkannya? Lalu, apakah kau ada saat mereka membutuhkan mu? Jangan sia-siakan seorang teman. Karena mereka adalah sesuatu yang berarti dalam hidupmu. wink
kau bilang, kau berterima kasih karena aku mau mendengarkan hatimu. Tapi maaf, aku tidak melihat mu benar-benar ingin menjadikan ku sebagai sahabat mu. Kau hanya membutuhkan seorang teman saat kau sedih. Itu saja. Kau tidak membutuhkan seorang sahabat. Apa aku menyakitimu? Seharusnya kau berfikir, kenapa aku sampai mengatakan hal ini.

Entah kenapa banyak sekali teman-teman yang suka curhat kepada ku tentang masalah mereka. Aku berterima kasih karena mereka mempercayai ku untuk mendengarkan kata hati mereka dan menjaga rahasia mereka. Aku tidak berharap mereka mau mendengarkan masalah ku juga. Aku sungguh tidak berharap untuk itu. Tapi setidaknya aku harap mereka tidak meninggalkan ku. Aku tidak mau diabaikan. Sesekali, tanyakan kepadaku, bagaimana kabarku? Apa yang sedang kamu lakukan?
Jika aku mengirim pesan singkat dengan isi yang tidak jelas, itu tandanya aku sedang kesepian. So, please talk to me! Aku tidak mengharap kau membalas pesan itu dengan serius. Kau balas dengan pesan kosong pun aku tidak akan marah. I just sad for being ignored. Aku yakin tidak akan butuh waktu setahun hanya untuk membalas pesan ku.
Untuk teman-teman yang tidak melupakanku, terima kasih...pucca_love_06
Aku merasa berarti di mata kalian. Setidaknya itu anggapan ku sendiri. Terima kasih karena aku masih tersimpan di memory kalian. Terima kasih atas kepercayaan kalian. Terima kasih atas cinta kalian. Terima kasih sudah menjadi sahabatku. Terima kasih atas segalanya. Aku akan tetap berusaha menjadi sahabat yang baik untuk kalian.pucca_love_13


Hanya sebuah cerita dari hati
I love my friends a lot,